Brain port bagi tuna netra

Advertisement
Sebuah instrumen baru yang dikembangkan para ilmuwan bisa mengirimkan input visual melalui lidah. Hal ini membantu tunanetra dapat merasakan dan mengenali beragam hal yang berada di sekitar mereka.
perangkat bernama BrainPort ini ditempatkan pada lidah layaknya seseorang mengulum permen lolipop. Alat ini mengambil informasi yang dikumpulkan oleh sebuah kamera digital yang terpasang pada sepasang kaca mata. Kemudian, kaca mata tersebut mengirimkan aliran elektroda yang tertangkap "lolipop".



Setelah itu, kamera menyampaikan informasi mengenai penampakan objek cahaya yang diangkap kamera ke unit terkecil cellphone. Selanjutnya, unit ini mengubah informasi cahaya menjadi bentuk rangsangan elektrik. Cara kerja alat ini bisa dibilang menggantikan cara kerja retina pada mata.
Unit tersebut kemudian mengirimkan informasi ke 400 mikroelektroda 400 yang tersusun pada BrainPort. Mikroelektroda menstimulasi syaraf pada lidah sehingga pengguna serasa mengulum permen Pop Rocks yang seakan "meletup-letup" di lidah mereka.
Yang menakjubkan, otak pengguna kemudian akan belajar menterjemahkan stimulus pada lidahnya kedalam bentuk gambar visual. Namun, hal ini tidak berarti otak dan mata dapat melihat jelas objek yang ditemui. Perangkat ini hanya menterjemahkan rangsangan syaraf dari mata dan mencoba menggambarkan objek yang terpampang dihadapan pengguna.

Advertisement
Brain port bagi tuna netra | KartoloCyber | 5

0 comments:

Post a Comment